skip to main | skip to sidebar

Media Iqbal Zen

Teruslah Berpuasa hingga Tuhanmu Menyuruhmu Berbuka

Pages

  • Beranda
  • Google Scholar
  • Arsip
Tampilkan postingan dengan label Kajian Keislaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Keislaman. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 September 2020

Fenomena Urban Sufism (Sufi Kota)

 Berikut ini adalah artikel hasil penelian mengenai fenomena sufisme perkotaan di Yogyakarta

Download


Diposting oleh Iqbal Zen di 09.22 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Kajian Keislaman, Sosial Humaniora, Studi Islam

Selasa, 22 September 2020

SEMANTIK AL-QURAN TOSHIHIKO IZUTSU

 Muhammad Iqbal Juliansyahzen 

Banyak tokoh menawarkan pendekatan dalam upaya melakukan pembacaan terhadap al-Quran. Salah satunya yang dilakukan oleh Toshihiko  Izutsu dengan model pendekatan semantik. Menurutnya, pendekatan semantik merupakan kajian yang dilakukan secara analitis terhadap sejumlah istilah-istilah kunci/penting suatu bahasa dengan menggunakan kaca mata yang pada akhirnya sampai pada pengertian konseptual weltanschauung atau pandangan dunia masyarakat yang menggunakan bahasa itu, tidak hanya sebagai alat bicara dan berfikir, tetapi lebih penting lagi, pengkonsepan dan penafsiran dunia yang melingkupi. Dari sini, untuk menafsirkan al-Quran tidak cukup hanya sebatas mengetahui atau mengkaji bahasa secara mandiri, tetapi lebih penting dari itu ialah melihat konteks budaya dan struktur masyarakat dimana bahasa itu berkembang.

Baca selengkapnya »
Diposting oleh Iqbal Zen di 22.15 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Kajian Keislaman

Senin, 27 April 2020

Corona, Kesadaran Etis, dan Tantangan Keumatan


Corona atau Covid-19 benar-benar telah menjadi problem besar kemanusian abad ini. Kehadirannya tidak saja mengejutkan, tapi juga memilukan. Ia merenggut ribuan nyawa, melumpuhkan perekonomian, membatasi ruang gerak, menjauhkan yang terkasih, hingga melunturkan nurani.

Tentu bukan otoritas dan kapasitas saya berbicara hal ini dari perspektif medis. Sudah banyak pihak yang otoritatif menjelaskannya. Saya sedikit mengulik realitas ini dari fakta sosial di masyarakat.
Belakangan, muncul pemberitaan di linimasa media sosial yang mengabarkan penolakan terhadap jenazah Covid-19 di berbagai daerah. Warga menghadang mobil ambulan yang membawa jenazah yang sejatinya akan dikebumikan. Penolakan tersebut atas dasar ketakutan warga akan penularan virus tersebut di desa mereka.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Iqbal Zen di 10.36 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Akhlak, Kajian Keislaman, Sosial Humaniora

Selasa, 18 Februari 2020

MEMOTRET KEMBALI WAJAH ISLAM INDONESIA



Banyak kalangan menilai bahwa wajah Islam di Indonesia berbeda dengan wajah Islam yang ada di belahan dunia lain, terutama di jazirah Arab yang dianggap sebagai ‘pusat’ Islam. Sejumlah Indonesianis bahkan menyebut Islam Indonesia sebagai wajah Islam yang paling tidak ter-Arabkan (the least Arabized form of Islam). Secara umum, banyak pengamat menilai wajah Islam Indonesia yang berbeda ini sangat diwarnai oleh karakteristik Indonesia yang pluralistik baik secara agama, budaya, sosial dan sebagainya. Akar-akar historis dan perjalanan panjang bergumul dengan kemajemukan inilah yang kemudian membuat wajah Islam Indonesia tampak lebih terbuka, luwes dan ramah terhadap budaya lokal.

Konteks politik yang berubah
Sejarah tentu bukan satu-satunya faktor yang membentuk wajah Islam Indonesia. Politik adalah faktor lain yang juga mempengaruhi perkembangan Islam Indonesia. Kelahiran dan keruntuhan rezim Orde Baru secara khusus memberi dampak tersendiri bagi perkembangan wajah Islam Indonesia. Di bawah rezim Orde Baru inilah, tepatnya mulai dekade 1970-an, muncul corak pemikiran dan gerakan Islam yang sangat apresiatif terhadap prinsip-prinsip modern seperti demokrasi, HAM, toleransi dan pluralisme. Para pengamat menggambarkan corak Islam ini dengan beragam sebutan seperti Islam substantif, Islam moderat, Islam liberal, Islam progresif dan sebagainya. Corak pemikiran Islam inilah yang kemudian mendorong penerimaan yang kuat umat Islam terhadap dasar negara Pancasila yang dinilai secara substantif mencerminkan nilai-nilai keIslaman dan pada saat yang sama menghargai kenyataan historis dan sosiologis Indonesia sebagai bangsa majemuk.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Iqbal Zen di 19.12 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Kajian Keislaman

Jumat, 10 Maret 2017

MEMAKNAI KEMBALI UKHUWAH ISLAMIYAH KITA


إنَّــمَــا المُؤمِنُــوْنَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُــوْا بَيـْـنَ أَخَوَيْكُمْ ج وَاتَّقـُـو اللهَ لَعَّلَكُمْ تُرْحَمُـــوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara saudara-saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat”
(QS. Al-Hujarāt [49] : 10)

Paling tidak, dimulai sejak abad ke-21 ini, masyarakat dunia termasuk umat Islam dihadapkan dengan tantangan dan perubahan sosial yang sangat luar biasa. Bahkan, bagi sebagian kita, hal ini menjadi momok dan ancaman serius yang dapat menimbulkan krisis, segresi, disintegrasi dan lain sebagainya. Tentunya hal tersebut akan terjadi jika kita tidak memiliki pegangan dan dasar yang kuat dalam berbagai hal, khususnya dalam hal agama (iman).
Iman menjadi dasar yang paling ampuh dalam memproteksi diri dari setiap problem kehidupan yang dihadapi. Karenanya, iman menjadi inti dari seorang muslim. Namun demikian, tidak cukup sampai disitu saja. Berulangkali, Allah sebutkan dalam al-Quran bahwa iman belum bermakna sebelum seseorang tersebut merealisasikan atau mempresentasikan dalam bentuk amal shaleh. Amal shaleh merupakan pengejawantahan iman. Maka, mungkin tidak berlebihan jika diibaratkan iman dan amal seperti sepasang suami istri yang saling membutuhkan dan saling melengkapi.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 23.22 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Kajian Keislaman, Sosial Humaniora

Senin, 12 September 2016

MEMAKNAI IDUL ADHA

M. Iqbal Juliansyahzen

Alhamdulillah wa Syukrulillah, seluruh umat muslim di seantero penjuru dunia sedang merayakan hari raya Idul Adha. Dalam tulisan singkat ini, penyaji akan sedikit menyuguhkan beberapa hal penting yang dapat dipetik pada perayaan hari raya ini.
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah , dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram …” (QS. Al Maidah (5): 2
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ
Dalam perjalanan spiritualitas seseorang kaitannya memaknai hari raya idul adha , kita dapat mengambil hikmah dari perjalanan Nabi Ibrahim, Ismail dan siti Hajar r.a, sebagai berikut:
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 20.56 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Kajian Keislaman

Jumat, 12 Juni 2015

Perempuan di Tengah Kekerasan

Oleh: M. Iqbal Zen
Penulis Bina Qalam Indonesia

FENOMENA kekerasan terhadap perempuan nampaknya masih sulit terhindarkan dari “tradisi” manusia. Fenomena kekerasan terhadap perempuan nyata malah semakin meningkat. Hal tersebut difahami dari hasil kajian Komnas Perempuan yang memperoleh data pada tahun 2001 sebanyak 3.160 kasus, kemudian pada tahun 2002 meningkat menjadi 5.163. Hal yang lebih mengagetkan bahwa Komnas Perempuan pada tahun 2007 mencatat kasus sekitar 26.000. Jumlah tersebut ternyata melonjak signifikan pada tahun berikutnya, 2008 yang mencapai 56.000 kasus.
Deretan kasus di atas memunculkan sebuah tanda tanya besar, mengapa dan apa sebabnya kekerasan terhadap perempuan masih saja terjadi? Dalam menjawab pertanyaan tersebut, memang kita tidak dapat mengeneralisir faktor dan penyebab kekerasan tersebut tetap menggeliat.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 00.32 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Kajian Keislaman

Minggu, 21 Desember 2014

CATATAN PENTING TENTANG ISLAM DI INDONESIA


Judul “Identitas Muslim Indonesia”
            Ada beberapa identitas keIslaman di Indonesia dewasa ini yaitu, pertama, mereka yang menginginkan Islam dewasa ini seperti Islam pada abad pertengahan. Hal itu dengan dalih bahwa Islam pada zaman itu merupakan Islam yang sejati dan telah sempurna sehingga mereka beranggapan bahwa perkembangan zaman, semua budaya dan kebutuhan manusia harus disesuaikan dengan Islam.
           Kedua, mereka yang menginginkan untuk “mensyariahkan” semua aturan kehidupan. Semua aturan pemerintah dalam bentuk perundang-undangan tidak wajib untuk ditaati. Ada pula yang berjualan khilafah. Semua kekacaan akan habis ketika khilafah telah berdiri.
       Ketiga, mereka yang menyadari memandang tidak perlu “mensyariahkan agama”. Semua hukum Islam hendak diamandemen dengan rasio ilmiah. Di antara mereka ada yang menghalalkan apa yang diharamkan Allah, dan juga sebaliknya.
      Keempat, mereka yang hanya memikirkan urusan akhirat, kepuasan beribadah mahdhah. Tetapi abai terhadap sosial.
        Kelima, mereka yang beranggapan tidak penting segala ritual keagamaan seperti shalat, puasa maupun haji. Bagi mereka yang terpenting adalah dimensi sosial-kemanusiaa.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 21.51 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Kajian Keislaman
Postingan Lama Beranda

Mengenai Saya

Foto saya
Iqbal Zen
Muhammad Iqbal Juliansyahzen. Mengabdi sebagai seorang dosen tetap (PNS) di IAIN Purwokerto. Senang sekali bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan. Menulis sebagai ikhtiar merawat akal (hifz al-'aql). Selamat membaca
Lihat profil lengkapku

Menu kami

  • Akhlak (6)
  • Anekdot (10)
  • Doa (3)
  • Ekonomi (1)
  • Falak (3)
  • Hadis (1)
  • Kajian Fiqih (17)
  • Kajian Keislaman (8)
  • Kisah (3)
  • Lyrics (3)
  • Makalah (10)
  • Motivasi (9)
  • Muhasabah (38)
  • Mukjizat al-Qur'an (1)
  • Peradilan (1)
  • Psikologi Keagamaan (16)
  • Sosial Humaniora (5)
  • Student Exchange (16)
  • Studi Islam (2)
  • Ulasan (2)
Diberdayakan oleh Blogger.

Daftar Tulisan

  • ▼  2020 (8)
    • ▼  September (3)
      • Fenomena Urban Sufism (Sufi Kota)
      • Nalar Arab Muhammad Abed al-Jabiri
      • SEMANTIK AL-QURAN TOSHIHIKO IZUTSU
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2017 (9)
    • ►  Agustus (7)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (7)
    • ►  September (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (4)
  • ►  2015 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2014 (6)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (42)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (5)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (16)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2012 (44)
    • ►  Oktober (8)
    • ►  September (2)
    • ►  Juni (16)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Januari (13)
  • ►  2011 (28)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (10)
    • ►  Januari (6)

Pengikut

 
Copyright (c) 2010 Media Iqbal Zen. Designed for Video Games
Download Christmas photos, Public Liability Insurance, Premium Themes