skip to main | skip to sidebar

Media Iqbal Zen

Teruslah Berpuasa hingga Tuhanmu Menyuruhmu Berbuka

Pages

  • Beranda
  • Google Scholar
  • Arsip
Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 April 2020

Memelihara Perut; Nasehat dari Imam Ghazālī


Tadarus Ramadhan

*Muhammad Iqbal Juliansyahzen

Dalam kitab Bidāyatul Hidāyah karya Imam Ghazāli, yang kemudian mendapat julukan hujjātul Islam, disebutkan mengenai panduan penting bagi seorang Muslim dalam menggapai hidayah, di antaranya adalah dengan menjaga perut.

Kitab ini bagi kalangan pesantren biasanya dikaji sebelum seorang murid membahas kitab al-Imam lainnya yaitu Ihya ulumuddin. Pembahasan kitab ini diawali perihal laku spiritual seorang penuntut ilmu. Baginya, seorang murid harus terus berusaha menyucikan diri dari segala hal yang bernuansa ‘materi’. Semua laku harus diorientasikan dan dimuarakan kepada Sang Pemilik Semesta.

Imam Ghazālī mewanti-wanti bagi seorang murid dalam menggapai hidayah agar selalu melatih nafsu dan hati. Termasuk dalam hal menuntut ilmu. Beliau menegaskan bahwa muara dari seorang murid dalam menuntut ilmu adalah ketersingkapannya dalam memperoleh hidayah. Hidayah bukan barang yang ‘terima-jadi’. Perlu ikhtiar untuk menjemputnya.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Iqbal Zen di 19.25 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Akhlak, Muhasabah

Minggu, 20 Agustus 2017

RAHMAT-NYA DI ATAS SEGALANYA


Rudolf Otto, seorang teolog yang berbasis pada fenomenologi dalam salah satu teori keberagamaannya mengemukakan bahwa terdapat dua hubungan yang menyelimuti antara Tuhan dan manusia. Hubungan pertama, Tuhan menampilkan diri-Nya sebagai “suatu yang menggentarkan” (mysterium tremendum). Pada situasi yang lainnya, Tuhan tampil di hadapan manusia sebagai “suatu yang mempesonakan, mengagumkan” (mysterium fascinans). Pada situasi pertama, Tuhan dimaknai dan dipandang oleh manusia sebagai suatu dzat yang menakutkan. Hubungan antara Tuhan dan Manusia didasarkan pada relasi “ketakutan, Keterpaksaan”. Sedangkan pola relasi yang kedua, hubungan Tuhan dan manusia adalah hubungan yang didasarkan pada cinta, kasih sayang dan ke-rahman-an.

Teori di atas sejatinya juga telah ada dalam Islam, ulama jauh-jauh hari sebelum Otto telah membagi sifat Allah menjadi dua bagian yaitu Kedahsyatan (Jalaliyyah) dan keindahan (Jamaliyyah). Dalam pemaknaan dan pengkajian lebih lanjut, ternyata sifat keindahan Allah lebih mendominasi ketimbang sifat kedahsyatan. Maknanya, Allah tampil sebagai dzat yang sangat indah nan mempesonakan dari pada yang menggentarkan.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 03.11 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Muhasabah, Psikologi Keagamaan

Selasa, 15 Agustus 2017

UKURAN KEIKHLASAN


Mungkin kita tidak asing dengan kisah seorang kiai kharismatik dan berilmu agama luas yang kalah dengan iblis. Alkisah, terdapat Kiai yang tinggal di suatu daerah yang ‘jauh dari agama’. Masyarakat di daerah tersebut kurang memiliki pemahaman agama yang baik. Pemujaan kepada pohon-pohon besar yang dianggap keramat, permintaan kepada dukun, ‘sesajen’ dan hal-hal yang berbau kemusyrikan merupakan pandangan biasa sehari-hari.

Melihat hal yang menurut ‘kaca-mata’ agama menyimpang, sang kiai pun geram. Hari demi hari kemusyrikan pun kian bertambah. Orang secara berduyun-duyun mendatangi tempat-tempat yang dianggap mampu memberikan kesejahteraan bagi kehidupan warga sekitar. Suatu ketika sang kiai berniat menghapus segala kemusyrikan di daerah itu. Ia lantas segera berangkat menuju tempat pemujaan masyarakat sekitar. Iblis yang mengetahui rencana sang kiaipun berusaha untuk menggagalkan usaha sang ulama. Iblis kemudian menyamar dalam rupa pemuda yang gagah. Perkelahian pun tidak bisa terhindarkan antara sang kiai dan iblis yang menyamar.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 16.18 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Muhasabah, Psikologi Keagamaan

Senin, 14 Agustus 2017

Muslim dan Mukmin, siapakah dia?


Fenomena truth claim (klaim kebenaran) sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru terjadi di tengah-tengah kita. Klaim bahwa kebenaran hanyalah apa yang dianggap benar oleh kelompok atau golongannya dan mereka yang berada di luar golongan mereka adalah salah seakan sudah menjadi kebiasaan yang sulit dihindari. Klaim bahwa kebenaran hanyalah satu sedang yang lain adalah salah sebetulnya telah terjadi sejak zaman “Islam awal”.

Salah satu aliran kalam pada era Islam awal adalah khawarij. Kelompok ini merupakan aliran yang keluar dari barisan sahabat Ali. r.a. Ciri khas kelompok ini adalah sering kali mengkafirkan para sahabat di luar pemahaman mereka. itulah sebabnya mereka pun juga keluar dari barisan Sahabat Ali. mereka cenderung mengkultuskan ideologi yang menurut mereka benar sehingga sahabat-sahabat yang bertentangan disesatkan dan dikafir-kafirkan.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 03.37 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Muhasabah, Psikologi Keagamaan

Rabu, 09 Agustus 2017

Menginstropeksi Usia Ini


Semakin hari, usia semakin bertambah tetapi sebenarnya jatah hidup semakin terkurangi. Di satu sisi ini adalah sebuah anugerah dari Yang Maha Kuasa, di sisi lain hati pun merasa “galau”. Apakah bertambahnya usia ini semakin menjadikan hidup ini semakin berkah ataukah justru sebaliknya.

Banyak hal yang perlu dan bahkan harus perbaiki dan dipertanyakan pada diri ini.

Apakah penduduk langit semakin cinta padaku, atau justru sebaliknya?
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 00.26 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Muhasabah

Selasa, 08 Agustus 2017

Mengejar Taqwa

Renungan singkat di tengah malam gerhana. Sebagai seorang muslim tugas kita adalah saling menasehati satu sama lain dalam hal kebaikan dan kebajikan. Maaf kalau seporadis...hehe

Gerhana adalah tanda dari sekian banyak tanda kebesaran Allah swt. Tanda tersebut merupakan bahan renungan bagi kita bahwa kita manusia adalah KECIL, kotor, penuh dosa, di hadapan Allah. Lantas, apa yang kita mau sombongkan? Harta, kedudukan, kecerdasan, pangkat? Itu semua adalah semu.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 23.05 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Muhasabah

Minggu, 06 Agustus 2017

Bersyukur Membawa Kedamaian


 Kita sering mendengar da’i, khotib, orang terkasih atau bahkan kita sendiri membaca ayat (QS. Ibrahim : 7) : Sungguh jikalau kamu bersyukur niscaya akan kami tambahkan (nikmat) kepadamu sekalian”. Ayat ini seolah menjadi bintang dalam berbagai kesempatan, mengingatkan orang-orang akan pentingnya syukur dalam menjalani hidup.

Ada kisah menarik yang diurai oleh Ibnu Katsir dalam menafsir ayat di atas, berdasarkan riwayat Imam Ahmad. Suatu ketika ada seorang pengemis datang meminta kepada Nabi, lalu Nabi memberinya sebutir kurma. Pengemis tersebut menolak pemberian Nabi karena menganggap apa yang diberikannya terlalu sedikit, tak berarti.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 17.32 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Muhasabah, Psikologi Keagamaan

Senin, 04 April 2016

KONSEP FITRAH (Upaya Memahami Relasi Lawan Jenis)

Oleh : M. Iqbal Juliansyahzen

Tulisan ini hanya sebatas refleksi singkat penulis terhadap beberapa hal yang saat ini terbersit dalam fikiran. Tujuannya, hanya sebatas sharing, atau mungkin sebagai sarana ingat-mengingatkan. Tentu, bukan berarti penulis merupakan pribadi yang luput dari kesalahan dan kekhilafan. Sekali lagi, murni bahwa tulisan ini lahir di tengah “kegalauan” intelektual, spritual atau mungkin emosional terhadap fenomena sosial. (hehehe, lebay sedikit ya...)

Manusia mempunyai fitrah yang suci dari Alloh SWT untuk memiliki ketertarikan terhadap lawan jenis, untuk saling mengasihi dan mencintai. Maka, fitrah yang suci mestinya harus dijaga dengan perbuatan yang mengarah pada kesucian tersebut.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 01.10 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Muhasabah

Senin, 28 Maret 2016

Anak di Tengah Kekerasan

Oleh : M. Iqbal Juliansyahzen

         A.           Pengantar
Fenomena kekerasan terhadap anak nampaknya sulit untuk dihilangkan dalam “tradisi” manusia. Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) mengumpulkan data kekersan terhadap anak antara 1994-1996 dengan memantau 13 media massa di Indonesia. Pada tahun 1994 tercatat 172 kasus, setahun berikutnya kasus meningkat menjadi 421. Jumlah tersebut terus bertambah pada tahun 1996 bertambah menjadi 476 kasus. Sedangkan pemantauan masyarakat melalui hotline service dan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) terhadap 10 media cetak, selama tahun 2005 dilaporkan terjadi 736 kasus kekerasan terhadap anak.[1] Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan rasio yang terus meningkat setiap tahunnya bahkan hingga saat ini.
Kasus kekerasan terhadap anak nyata terbaru ini terjadi terhadap Anggeline, korban meninggal akibat kekerasan orang tua angkat di Bali. Anggeline awalnya merupakan anak angkat yang yang diadopsi oleh keluarga yang serba berkecukupan secara materi dari keluarga yang berlatarbelakang ekonomi rendah. Banyak spekulasi yang melatarbelakangi pembunuhan korban di antaranya warisan dari ayah angkatnya hingga 60 persen. Terlepas dari motif pembunuhan tersebut, yang jelas pembunuhan tersebut menandakan bahwa anak merupakan sasaran  empuk kekerasan.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 02.33 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Muhasabah

Senin, 21 April 2014

MTQ DAN TANTANGAN KEBANGSAAN



Oleh: M. Iqbal Zen *

Saat ini Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Propinsi Lampung ke-42 sedang dilaksanakan di Kabupaten Tulang Bawang. Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang diselenggarakan pemerintah dalam rangka syiar dan dakwah kepada masyarakat untuk lebih mencintai al-Quran sebagai pedoman hidup. Agenda ini mencerminkan adanya perhatian pemerintah terhadap umat Islam khususnya penghargaan bagi mereka yang memang mempunyai kemampuan lebih terhadap al-Quran yang tentu mesti didukung. 

Sebagai agenda yang mengusung misi ‘suci’ illahiah, maka pelaksanaan MTQ harus diorientasikan untuk mengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung dalam al-Quran secara praksis di masyarakat. Jauh dari panggung ‘unjuk gengsi’ suatu daerah apalagi agenda bernuasa politis. Semuanya pyur untuk dakwah Islamiyyah. 
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 22.38 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Muhasabah

Senin, 31 Maret 2014

MEMBINCANG PEMIMPIN IDEAL


Oleh: Iqbal Zen

وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلَاةِ وَإِيتَاء الزَّكَاةِ وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ 

Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah. 
(QS. Al-Anbiya [21]:73)

Prolog
L
azim diketahui dalam literatur sejarah Islam, bahwa persoalan yang dipersilihkan pasca wafatnya Nabi Muhammad SAW adalah persoalan politik, siapa pengganti kekhalifahan (kepemimpinan) selanjutnya. Persoalan itu terselesaikan dengan terpilihnya sahabat Abu Bakar Asy Siddiq sebagai sosok yang menggantikan posisi kekhalifahan saat itu berdasarkan berbagai macam pertimbangan tentunya. Persoalan kepemimpinan itu ternyata kembali terjadi dalam diri umat Islam. Setelah perselisihan yang terjadi antara kaum Anshor dan Muhajirin, kemudian giliran antara sahabat Ali bin Abi Thalib melawan Muawiyyah bin Abi Sofyan. Perselisihan itu diakhiri dengan terbunuhnya sahabat Ali bin Abi Thalib dan berkuasanya Muawiyah bin Abi Sofyan sebagai khalifah, sekaligus menjadi cikal bakal berdirinya kekuasaan Bani Umayah. 

                Maka, difahami bahwa persoalan kepemimpinan merupakan persoalan klasik di kalangan umat Islam yang cukup mendapatkan perhatian. Menunjuk seorang pemimpin dalam Islam memang adalah suatu hal yang mesti dilakukan (wajib). Bahkan suatu ketika Nabi Muhammad SAW pernah bersabda yang pada intinya manakala ada dua atau tiga orang bepergian secara bersama-sama, maka hendaknya memilih salah satunya sebagai pemimpin. Begitu pentingnya seorang pemimpin sehingga dalam menjadikan seorang pemimpin hendaknya dipilih berdasar pertimbangan yang benar-benar matang sehingga pada akhirnya dapat membawa kepada perbaikan yang lebih luas.  
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 07.19 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Muhasabah

Jumat, 10 Januari 2014

PLURALITAS vs PLURALISME


Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. Al-Hujarat [49] : 13)

Dalam sebuah diskusi internal di kalangan mahasiswa, penulis pernah meminta kepada teman-teman penulis untuk menulis sebuah artikel yang bertemakan “Islam Bicara Soal Toleransi”. Dari hasil tulisan tersebut, rencananya selain sebagai bahan diskusi selanjutnya juga diperuntukkan untuk dipublikasikan baik melalui website maupun majalah dinding (mading). Setelah waktu pengumpulan artikel tersebut tiba, beberapa rekan mahasiswa pun akhirnya mengirim artikelnya melalui email penulis.
                Dari beberapa artikel tersebut, ternyata masih ada dari sementara mahasiswa yang mencampur-adukkan antara beberapa istilah yang sejatinya memiliki pemaknaan yang berbeda. Pelafalan terhadap suatu istilah tentunya haruslah dipahami terlebih dahulu secara matang-matang, karena seringkali seseorang dalam menggunakan suatu kata atau kalimat hanya bersumber pada apa yang ia sering dengar saja, tanpa adanya upaya untuk lebih mengkaji terhadap substansi suatu kata tersebut.     
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 07.36 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Muhasabah

Senin, 16 Desember 2013

KUNCINYA ADALAH KEDEKATAN



Oleh : M. Iqbal Zen

Kemarin sore, ketika hendak meninggalkan kantor (sementara, hehe) ada seorang yang tiba-tiba datang sembari membawa tas besar. Seketika itu aku langsung menebak bahwa ia adalah seorang salesman. Ternyata benar. ia membawa barang dagangan berupa minyak wangi yang langsung diimport dari ‘negeri padang sahara’.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 19.45 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Muhasabah

Senin, 18 November 2013

PANGGILAN TERHADAP MANUSIA



Oleh : Iqbal Zen

Setelah panggilan adzan terdengar, aku sengajakan mampir ke salah satu kamar teman saya. Ternyata ia sedang melepaskan penatnya mungkin, ya dengan bermain game. Ketika itu aku mencoba mengajaknya untuk pergi ke masjid bersama-sama. Bukan jawaban yang kuharapkan yaitu “Iya mas, yuk kita berangkat bareng” tetapi “iya mas, saya dengar nanti kalau sudah iqamat aku berangkat  ko mas”. 
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 07.56 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Muhasabah

Kamis, 03 Oktober 2013

TERAPI MATA, BACA AL-QURAN



Oleh : Iqbal Zen

Pada pagi itu, saya mengisi ceramah subuh di salah satu masjid di wilayah tempat KKN, masjid Nur Rohmat, Kec. Purwosari, Gunung Kidul. Setelah selesai mengisi di masjid itu, saya menyempatkan waktu untuk berbincang-bincang dengan para jama’ah bapak-bapak maupun ibu-ibu di masjid. 

Usai itu, saya kemudian mampir ke rumah yang berada tepat di depan masjid yang juga merupakan ketua takmir masjid sekaligus sebagai ketua RT, beliau bernama Bapak Budi Waryono. 
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 20.14 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Muhasabah

Kamis, 19 September 2013

LAKUKAN DENGAN CINTA

Oleh : Iqbal Zen

Kata “cinta” selalu identik dengan sesuatu yang bersifat abstrak, lembut dan tulus.  Cinta adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada setiap makhlukNya. Namun, terkadang pemaknaan akan cinta itu, cenderung diletakkan pada konteks yang lebih sempit dari yang seharusnya semisalnya kepada seorang kekasih. 
Berbicara masalah cinta, saya teringat tentang kisah legendaris asal negeri Arab yang kemudian mendunia. Ya, Laila dan Majnun. Saya tak perlu menceritakan sejarah penamaan “Laila” dan “Majnun”.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 09.33 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Muhasabah

Selasa, 03 September 2013

UNTUK ALLAH ATAU KARENA ALLAH


Oleh : Iqbal Zen 

“… If you draw closer to Me by a hand span, I will draw closer to you by forearm’s length.
If you draw closer to Me by a forearm’s length, I will draw closer to you by an arm’s length.
And if you come to Me walking, I will come to you running.”
(Hadits Qudsi, Bukhari)

Bulan Ramadhan sudah berjalan selama setengahnya. Ada baiknya, sebelum terlewat hari-hari berharga tersebut maka perlu adanya sebuah refleksi atas apa yang telah kita lakukan dalam menyapa Bulan Ramadhan ini. Apakah yang kita selama ini beribadah itu ‘karena Allah atau Untuk Allah?’
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 21.02 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Muhasabah

BELAJAR DARI DESA



Suasana Desa, Dusun Karang Tengah
Oleh : Iqbal Zen

Selasa (23/07/2013) adalah hari pertama kedatanganku bersama sahabat baruku di Desa Giri Cahyo Kecamatan Purwosari Kabupaten Gunung Kidul dalam rangka KKN (Kuliah Kerja Nyata atau Kuliah Kerja Nikah, hehe). Alhamdulillah, adalah kata yang harus selalu kuucapkan dan kupersembahkan kepada Allah SWT. Rasanya waktu berjalan begitu cepat, sepertinya aku merasa bahwa baru beberapa waktu saja aku melihat kakak angkatku berpamitan untuk KKN, tapi saat ini aku yang berpamitan pada teman-teman di Pesantren.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 20.50 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Muhasabah

Selasa, 09 Juli 2013

MAAFKAN SAYA



Oleh : Iqbal Zen

Bulan yang dinanti-nanti telah datang, bulan yang penuh dengan ampunan dan rahmat. Maka sudah seharunya kita untuk manfaatkan dengan sebaik mungkin. Kita sangat rugi kalau kita lewatkan begitu sahaja bulan ini tanpa amal ibadah kepadaNya.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 16.53 2 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Muhasabah

Selasa, 25 Juni 2013

“TEGAS”



Oleh : Iqbal Zen

Beberapa hari yang lalu, saya mengikuti sebuah perkuliahan yang disampaikan oleh salah satu dosen yang juga merupakan seorang pengacara ternama di Kota Yogyakarta.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 10.41 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Muhasabah
Postingan Lama Beranda

Mengenai Saya

Foto saya
Iqbal Zen
Muhammad Iqbal Juliansyahzen. Mengabdi sebagai seorang dosen tetap (PNS) di IAIN Purwokerto. Senang sekali bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan. Menulis sebagai ikhtiar merawat akal (hifz al-'aql). Selamat membaca
Lihat profil lengkapku

Menu kami

  • Akhlak (6)
  • Anekdot (10)
  • Doa (3)
  • Ekonomi (1)
  • Falak (3)
  • Hadis (1)
  • Kajian Fiqih (17)
  • Kajian Keislaman (8)
  • Kisah (3)
  • Lyrics (3)
  • Makalah (10)
  • Motivasi (9)
  • Muhasabah (38)
  • Mukjizat al-Qur'an (1)
  • Peradilan (1)
  • Psikologi Keagamaan (16)
  • Sosial Humaniora (5)
  • Student Exchange (16)
  • Studi Islam (2)
  • Ulasan (2)
Diberdayakan oleh Blogger.

Daftar Tulisan

  • ▼  2020 (8)
    • ▼  September (3)
      • Fenomena Urban Sufism (Sufi Kota)
      • Nalar Arab Muhammad Abed al-Jabiri
      • SEMANTIK AL-QURAN TOSHIHIKO IZUTSU
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2017 (9)
    • ►  Agustus (7)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (7)
    • ►  September (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (4)
  • ►  2015 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2014 (6)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (42)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (5)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (16)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2012 (44)
    • ►  Oktober (8)
    • ►  September (2)
    • ►  Juni (16)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Januari (13)
  • ►  2011 (28)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (10)
    • ►  Januari (6)

Pengikut

 
Copyright (c) 2010 Media Iqbal Zen. Designed for Video Games
Download Christmas photos, Public Liability Insurance, Premium Themes