skip to main | skip to sidebar

Media Iqbal Zen

Teruslah Berpuasa hingga Tuhanmu Menyuruhmu Berbuka

Pages

  • Beranda
  • Google Scholar
  • Arsip

Minggu, 06 Agustus 2017

Belajar dari Santan Kelapa


Dinamika persoalan hidup seseorang berbeda-beda antar satu dengan yang lainnya. Ada yang diuji dengan kenikmatan seperti harta materi yang berkecukupan bahkan berlebih, jabatan titel mentereng, kesehatan, kecerdasan dan lain sebagainya. Ada yang diuji dengan sesuatu yang tidak mengenakan seperti sakit, bangkrut, dan lain sebagainya. Jangan dikira segala sesuatu yang mengenakkan bukan merupakan sebuah ujian. Allah hendak menguji apakah kita bersyukur atas semua hal itu atau justru sebaliknya.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 10.52 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Psikologi Keagamaan

Jumat, 10 Maret 2017

MEMAKNAI KEMBALI UKHUWAH ISLAMIYAH KITA


إنَّــمَــا المُؤمِنُــوْنَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُــوْا بَيـْـنَ أَخَوَيْكُمْ ج وَاتَّقـُـو اللهَ لَعَّلَكُمْ تُرْحَمُـــوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara saudara-saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat”
(QS. Al-Hujarāt [49] : 10)

Paling tidak, dimulai sejak abad ke-21 ini, masyarakat dunia termasuk umat Islam dihadapkan dengan tantangan dan perubahan sosial yang sangat luar biasa. Bahkan, bagi sebagian kita, hal ini menjadi momok dan ancaman serius yang dapat menimbulkan krisis, segresi, disintegrasi dan lain sebagainya. Tentunya hal tersebut akan terjadi jika kita tidak memiliki pegangan dan dasar yang kuat dalam berbagai hal, khususnya dalam hal agama (iman).
Iman menjadi dasar yang paling ampuh dalam memproteksi diri dari setiap problem kehidupan yang dihadapi. Karenanya, iman menjadi inti dari seorang muslim. Namun demikian, tidak cukup sampai disitu saja. Berulangkali, Allah sebutkan dalam al-Quran bahwa iman belum bermakna sebelum seseorang tersebut merealisasikan atau mempresentasikan dalam bentuk amal shaleh. Amal shaleh merupakan pengejawantahan iman. Maka, mungkin tidak berlebihan jika diibaratkan iman dan amal seperti sepasang suami istri yang saling membutuhkan dan saling melengkapi.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 23.22 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Kajian Keislaman, Sosial Humaniora

Rabu, 01 Februari 2017

PENYATUAN KALENDER MUSLIM PERSPEKTIF PERADABAN·

Oleh: Muhammad Iqbal Juliansyahzen[i]

Salah satu problem mendasar yang dialami umat Islam di Indonesia khususnya dan negara-negara muslim ialah belum adanya sistem penanggalan yang terunifikasi dan terintegrasi. Unifikasi kalender merupakan kebutuhan mendesak untuk menyatukan segala aktivitas umat muslim di seluruh penjuru dunia. Perbedaan yang kerap terjadi di kalangan umat Islam merupakan contoh kecil dari sebuah kealfaan terhadap sistem penanggalan ini. Berbagai persoalan kemudian muncul seperti penentuan awal bulan Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha dan perayaan hari besar lainnya. hal ini membuktikan bahwa internal Umat Islam kesepakatan untuk bersatu menjadi barang mahal.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 23.04 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Falak

Senin, 12 September 2016

Fiqh Kurban

Disajikan oleh Muhammad Iqbal Juliansyahzen

Berikut beberapa hal terkait ibadah kurban, khususnya yang berkaitan dengan hukum (fiqh) yang disajikan secara singkat (praktis) tentu.
·                Kurban (bahasa Arab qurb atau qurban) memiliki arti dekat atau mendekati. Acara penyembelihan binatang ternak pada hari raya idul adha, tanggal 10,11,12,13 dzulhijjah, dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 21.23 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Kajian Fiqih

MEMAKNAI IDUL ADHA

M. Iqbal Juliansyahzen

Alhamdulillah wa Syukrulillah, seluruh umat muslim di seantero penjuru dunia sedang merayakan hari raya Idul Adha. Dalam tulisan singkat ini, penyaji akan sedikit menyuguhkan beberapa hal penting yang dapat dipetik pada perayaan hari raya ini.
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah , dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram …” (QS. Al Maidah (5): 2
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ
Dalam perjalanan spiritualitas seseorang kaitannya memaknai hari raya idul adha , kita dapat mengambil hikmah dari perjalanan Nabi Ibrahim, Ismail dan siti Hajar r.a, sebagai berikut:
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 20.56 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Kajian Keislaman

Senin, 04 April 2016

KONSEP FITRAH (Upaya Memahami Relasi Lawan Jenis)

Oleh : M. Iqbal Juliansyahzen

Tulisan ini hanya sebatas refleksi singkat penulis terhadap beberapa hal yang saat ini terbersit dalam fikiran. Tujuannya, hanya sebatas sharing, atau mungkin sebagai sarana ingat-mengingatkan. Tentu, bukan berarti penulis merupakan pribadi yang luput dari kesalahan dan kekhilafan. Sekali lagi, murni bahwa tulisan ini lahir di tengah “kegalauan” intelektual, spritual atau mungkin emosional terhadap fenomena sosial. (hehehe, lebay sedikit ya...)

Manusia mempunyai fitrah yang suci dari Alloh SWT untuk memiliki ketertarikan terhadap lawan jenis, untuk saling mengasihi dan mencintai. Maka, fitrah yang suci mestinya harus dijaga dengan perbuatan yang mengarah pada kesucian tersebut.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 01.10 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Muhasabah

Senin, 28 Maret 2016

(FALSAFAH) GINCU DAN GARAM

Oleh : M. Iqbal Juliansyahzen

Beberapa hari yang lalu, penulis ditanya oleh salah seorang teman terkait munculnya gerakan-gerakan “Islam” yang berorientasi pada gerakan transnasional. Hal ini wajar dipertanyakan, karena memang akhir-akhir ini gerakan seperti itu mulai gandrung di kalangan muslim Indonesia. Gerakan untuk kembali pada romantisme sejarah Islam di masa lalu,[1] akan tetapi lupa membangun peradaban masa depan yang berorientasi nilai-nilai universal dan juga memperhatikan nilai-nilai sosiologis dan antropologis yang hidup di tengah masyarakat.

Pada tulisan ini, penulis mencoba untuk mengetengahkan kembali nilai-nilai luhur yang disampaikan oleh Bapak Bangsa, Bung hatta. Bung Hatta memperkenalkan falsafah gincu dan garam, dalam konteks keagamaan Islam Gincu dan Islam Garam. Ketika itu, pemikiran Bung Hatta mengalami penolakkan keras khususnya datang dari kalangan muda muslim. Mereka menganggap Hatta semakin sekuler, karena ia melakukan “pembiaran” terhadap Islam dengan tidak memformalisasikan Islam dalam bentuk kenegaraan. Berbeda dengan Muhammad Natsir yang begitu semangat untuk memformalkan Islam dalam bentuk negara.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 16.28 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Sosial Humaniora
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Mengenai Saya

Foto saya
Iqbal Zen
Muhammad Iqbal Juliansyahzen. Mengabdi sebagai seorang dosen tetap (PNS) di IAIN Purwokerto. Senang sekali bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan. Menulis sebagai ikhtiar merawat akal (hifz al-'aql). Selamat membaca
Lihat profil lengkapku

Menu kami

  • Akhlak (6)
  • Anekdot (10)
  • Doa (3)
  • Ekonomi (1)
  • Falak (3)
  • Hadis (1)
  • Kajian Fiqih (17)
  • Kajian Keislaman (8)
  • Kisah (3)
  • Lyrics (3)
  • Makalah (10)
  • Motivasi (9)
  • Muhasabah (38)
  • Mukjizat al-Qur'an (1)
  • Peradilan (1)
  • Psikologi Keagamaan (16)
  • Sosial Humaniora (5)
  • Student Exchange (16)
  • Studi Islam (2)
  • Ulasan (2)
Diberdayakan oleh Blogger.

Daftar Tulisan

  • ▼  2020 (8)
    • ▼  September (3)
      • Fenomena Urban Sufism (Sufi Kota)
      • Nalar Arab Muhammad Abed al-Jabiri
      • SEMANTIK AL-QURAN TOSHIHIKO IZUTSU
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2017 (9)
    • ►  Agustus (7)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (7)
    • ►  September (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (4)
  • ►  2015 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2014 (6)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (42)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (5)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (16)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2012 (44)
    • ►  Oktober (8)
    • ►  September (2)
    • ►  Juni (16)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Januari (13)
  • ►  2011 (28)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (10)
    • ►  Januari (6)

Pengikut

 
Copyright (c) 2010 Media Iqbal Zen. Designed for Video Games
Download Christmas photos, Public Liability Insurance, Premium Themes