skip to main | skip to sidebar

Media Iqbal Zen

Teruslah Berpuasa hingga Tuhanmu Menyuruhmu Berbuka

Pages

  • Beranda
  • Google Scholar
  • Arsip

Sabtu, 29 Oktober 2011

Membangun Generasi Tangguh (Refleksi Hari Sumpah Pemuda)

Oleh : Iqbal Zen

Ditebitkan oleh Buletin al-Lu'lu, 28 Oktober 2011

dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar. (Q.S. An-Nisâ [4] : 9)

Pemuda hari ini, pemimpin masa mendatang. Semboyan inilah yang harus dipegang teguh oleh seluruh elemen bangsa khususnya oleh para pemuda disaat semakin marak terjadi degradasi dan dekadensi moral (etika). Ironis memang terhadap apa yang terjadi saat ini dengan pelbagai permasalahan dan konflik yang semakin menjamur. Mulai dari ‘orang kecil’ sampai ‘orang besar’ tak mengenal batas. karenanya, sudah menjadi tanggungjawab bersama di pundak para pemuda untuk terus berkarya, menempa diri memperbaiki kondisi bangsa.

Momen yang tepat bagi kita bersama untuk mengulas kembali (flashback) terhadap apa yang telah diperjuangkan oleh para pemuda pada 83 tahun yang lalu demi sebuah pengakuan terhadap eksistensi bangsa dan pemuda. Peristiwa yang menandai lahirnya sebuah bangsa yang bertekad menjadi satu bangsa, bahasa dan tanah air. Kerelaan mengorbankan jiwa, raga dan tenaga untuk menjadikan bangsa yang lebih bermatabat. Semangat yang membara, gigih dan kritis pun selalu ditonjolkan dan dikibarkan, karena memang itulah cermin diri sebagai seorang pemuda.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 19.45 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Motivasi

Selasa, 16 Agustus 2011

AKANKAH INI RAMADHAN TERKAHIRKU?



Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa
(al-Baqarah [2] : 183)

            Harapan tahun lalu supaya dipertemukan tamu kebesaran nan agung, bulan yang penuh berkah ini telah terwujud oleh karena rahmat dari sang Pengasih. Akan tetap menjadi harapan yang sama bagi kita sebagai seorang Muslim untuk dapat dipertemukan pada ramadhan-ramadhan berikutnya yang mempunyai banyak keutamaan-keutamaan di dalamnya. Maka sungguh merugilah bagi seseorang yang tidak dapat memaksimalkan ibadahnya pada bulan ramadhan ini seperti puasa, tadarrus al-Quran, Qiyamul Lail, Sedekah, Silaturahmi dan lainya. Sebab pada bulan ini manusia diberi kesempatan emas untuk kembali membersihkan kotoran-kotoran jiwa yang selama ini melekat dan untuk meningkatkan rasa spiritualnya. Disinggung  dalam suatu hadis nabi pernah bersabda bahwasannya “kecewa dan merugi orang yang berkempatan hidup pada bulan Ramadhan tetapi tidak terampuni dosanya.” (HR. Ahmad). Amalan-amalan yang bernilai sunnah diluar bulan Ramadhan akan bernilai seperti wajib ketika dilaksanakan pada bulan tersebut, sedangkan yang bernilai wajib akan lebih berlipat-lipat ganda. Maka, konsep fastabiqul khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan) pada bulan ini menjadi begitu berarti.  

Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 17.15 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Muhasabah

Senin, 16 Mei 2011

RAMAH, PEREDAM AMARAH



Keramahan itu menyenangkan, tidak hanya bagi orang lain yang melihatny,tapi juga bagi diri kita. Keramahan akan menambah energi diri dalam menjalin hubungan dengan orang lain.
Ada sebuah kisah yang menarik dalam buku Kecerdasan Emosi. Dikisahkan ada seorang pemabuk yang ingi berbuat onar di dalam kereta api. Kebetulan dalam kereta tersebut terdapat seorang ahli bela diri yang sangat terlatih. Di benak ahli bela diri tersebut sudah terbayang pukulan seperti apa yang bisa merobohkan si pemabuk tersebut. Ia hampir saja melayangkan pukulan, saat si pemabuk sudah mulai mengganggu seorang ibu yang sedang menggendong bayinya.
Tiba- tiba datang seorang tua menghampiri si pemabuk,orang tua itu menyapanya dengan penuh hormat dan penuh keramahan, saat si pemabuk menghardiknya, ia pun tetap menjawab dengan ramah serta sikap terbaik.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 21.16 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Akhlak

Jumat, 15 April 2011

Di Balik Tetesan Air Hujan



اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُ فِي السَّمَاء كَيْفَ يَشَاء وَيَجْعَلُهُ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ فَإِذَا أَصَابَ بِهِ مَن يَشَاء مِنْ عِبَادِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ
 
Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, Maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.

(Q.S. Ar-Ruum [31] : 48)
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 21.17 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Muhasabah

Selasa, 12 April 2011

Analogi Usaha





Seorang anak perempuan mengeluh pada sang ayah tentang kehidupannya yang sangat berat. Ia tak tahu lagi apa yang harus dilakukan dan bermaksud untuk menyerah. Ia merasa capai untuk terus berjuang dan berjuang. Bila satu persoalan telah teratasi, maka persoalan yang lain muncul.

Lalu, ayahnya yang seorang koki membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air kemudian menaruh ketiganya di atas api. Segera air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama dimasukkannya beberapa wortel Ke dalam panci kedua dimasukkannya beberapa butir telur. Dan, pada panci terakhir dimasukkannya biji-biji kopi. Lalu dibiarkannya ketiga
panci itu beberapa saat tanpa berkata sepatah kata.

Sang anak perempuan mengatupkan mulutnya dan menunggu dengan tidak sabar. Ia keheranan melihat apa yang dikerjakan ayahnya. Setelah sekitar dua puluh menit, ayahnya mematikan kompor.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 22.58 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Psikologi Keagamaan

Jumat, 08 April 2011

Open Your Eyes

Look around yourselves
Can't you see this wonder
Spreaded infront of you
The clouds floating by
The skies are clear and blue
Planets in the orbits
The moon and the sun
Such perfect harmony





Let's start question in ourselves
Isn't this proof enough for us
Or are we so blind
To push it all aside..
No..

We just have to
Open our eyes, our hearts, and minds
If we just look bright to see the signs
We can't keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way
(Allah..)
Guide us every single day..
(Allah..)
Keep us close to You
Until the end of time..
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 07.29 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Lyrics

Kamis, 07 April 2011

FIVE SIMPLE RULES TO BE HAPPY.



Lima peraturan sederhana untuk hidup bahagia.

Remember the five simple rules to be happy:
Ingatlah lima peraturan sederhana ini untuk hidup bahagia.

1. Free your heart from hated.
Bebaskan dirimu dari kebencian

2. Free your mind from worries.
Bebaskan pikiranmu dari kesusahan.

3. Live simply.
Hiduplah secara sederhana.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Unknown di 03.18 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Label: Motivasi
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Mengenai Saya

Foto saya
Iqbal Zen
Muhammad Iqbal Juliansyahzen. Mengabdi sebagai seorang dosen tetap (PNS) di IAIN Purwokerto. Senang sekali bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan. Menulis sebagai ikhtiar merawat akal (hifz al-'aql). Selamat membaca
Lihat profil lengkapku

Menu kami

  • Akhlak (6)
  • Anekdot (10)
  • Doa (3)
  • Ekonomi (1)
  • Falak (3)
  • Hadis (1)
  • Kajian Fiqih (17)
  • Kajian Keislaman (8)
  • Kisah (3)
  • Lyrics (3)
  • Makalah (10)
  • Motivasi (9)
  • Muhasabah (38)
  • Mukjizat al-Qur'an (1)
  • Peradilan (1)
  • Psikologi Keagamaan (16)
  • Sosial Humaniora (5)
  • Student Exchange (16)
  • Studi Islam (2)
  • Ulasan (2)
Diberdayakan oleh Blogger.

Daftar Tulisan

  • ▼  2020 (8)
    • ▼  September (3)
      • Fenomena Urban Sufism (Sufi Kota)
      • Nalar Arab Muhammad Abed al-Jabiri
      • SEMANTIK AL-QURAN TOSHIHIKO IZUTSU
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2017 (9)
    • ►  Agustus (7)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (7)
    • ►  September (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (4)
  • ►  2015 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2014 (6)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (42)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (5)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (16)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2012 (44)
    • ►  Oktober (8)
    • ►  September (2)
    • ►  Juni (16)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Januari (13)
  • ►  2011 (28)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (10)
    • ►  Januari (6)

Pengikut

 
Copyright (c) 2010 Media Iqbal Zen. Designed for Video Games
Download Christmas photos, Public Liability Insurance, Premium Themes